Ruang Sinauku

Taman Baca Masyarakat

LANGKAH BAYI

(Dari kiri: Bapak Ketua RW, Koordinator Komunitas & Taman Baca, Bapak Kepala Desa Kramat)

Hari itu Minggu, 11 Maret 2018. Hari di mana kami mulai melangkah. Tentu sangat mendebarkan. Karena melanjutkan berangan saja tidak cukup untuk melanjutkan langkah saat kami sudah mengumumkan tujuan. Kami mulai menggantungkan harapan pada setiap kesempatan, mungkin terdengar seperti mengumbar janji tapi bukan, kami sedang mengusahakan sebuah harapan untuk menjadi kenyataan. Sebuah bukti bahwa kami tidak hanya bermimpi.

Langkah bayi, begitulah kami menyebutnya. Butuh keberanian untuk kami berdiri setelah nyaman merangkak. Tentu kami tidak sendiri, atas segala bantuan dan dukungan para pihak yang telah percaya pada kami, kami mengucapkan terima kasih telah diberi kesempatan ini.

Apa kau tahu apa yang ada dipikiran kami saat tumpeng kuning itu dipotong?

Satu hal yang pasti, kami tidak dapat membatalkan maupun mengingkari tujuan. Dari masyarakat, kami terlahir maka itulah tempat pulang kami untuk mengabdi.

Tertatih, kami memang masih memosisikan kaki. Menjaga keseimbangan diri dan bergerak, itulah yang sedang kami latih. Beberapa hal telah kami lewati, tentunya juga sudah banyak hal baru yang telah menanti di depan sana. Apapun itu akan kami lalui.